Sulitnya Menjadi Selector

    0
    236
    Bermain di Record Store Day Indonesia, 22 April 2018 / foto: @pohanpow

    Tulisan ini saya tujukan bagi Selector-selector di luar sana dengan kepekaan luar biasa akan musik, beats dan detak jantung orang-orang. 

    Dulu, waktu saya mulai beli banyak plat, saya gak pernah kepikiran atau bahkan gak pengen muter-muter plat di turntable trus ngeliat orang joget-joget.

    Sekarang? Saya menelan ludah sendiri. Karena plat lumayan numpuk di rumah (terutama yang 7 inch), saya pikir, males juga ya lama-lama didengerin sendiri. Jadinya ya udah lah mulai berani kalo diundang jadi selector.

    Selector dari kata dasar to select, artinya memilih. Dari kamus urban di website, selector atau juga selecta berarti orang yang memilih dan menyerahkan plat atau vinyl ke orang yang memainkannya di turntable. Istilah ini dulunya berasal dari keriaan di scene reggae/dancehall. Nah, sekarang istilah selector menjadi DJ (sebenernya, menurut kamus itu, salah tapi ya bisa diterima karena ngggak ada pilihan).

    Tapi menurut gue, DJ dan selector dua-duanya adalah pekerjaan yang sulit. Keduanya bertugas memilih lagu dari vinyl yang enak untuk dijogetin. Kesuksesan selector di sebuah acara jika pas dia main, orang-orang pada joged semua. Semua bergerak sesuai beat. Mau apapun genrenya.

    Menjadi selector di acara Aksara Bookstore / foto @iqbaldjoha (instagram).

    Khusus di vinyl, adalah pekerjaan sulit buat memilih banyak lagu untuk dimainin satu-satu. Kalau durasi satu set adalah sejam, dan jika satu durasi lagu 3-4 menitan, maka dia musti bawa sekitar 20 vinyl. Itu idealnya, tapi seorang selector suka bawa cadangan vinyl sekitar 20 lagi untuk jaga-jaga jika mood berubah. So, jadi ada 40 lagu yang dia bawa. Jadi ada 40 lagu yang harus ia pilih dengan beragam (atau seragam) mood untuk diputar dan dirangkai menjadi sebuat set. Menarik, bukan?

    Tantangan-tantangan menghadang di luar sana. Godaan memutar judul ini dan itu (atau bahasa kerennya BM = banyak mau) sering kejadian. Jadinya dari lagu-lagu yang sudah direncanakan jadi buyar. Apalagi kalau ada rikuest dari dancefloor. Ya, mau gimana lagi, disitulah seninya.

    Bermain di acara Spin Sugar Bali di Voltvet, Denpasar, Maret 2018.

    Secara saya baru anak bawang sebagai selector (sok-sokan aja nyebut selector), saya tentu sering gagal, malah ada yang gatot (gagal total). Crowd sepi, salah party, alat trouble, soundsystem mati, ah capek deh kalo dihitung kesalahannya.

    Cuma ibaratnya diantara 50 yang gagal, 1-2 yang berhasil, buat gue itu lebih dari cukup. Namanya juga latihan. Salah ya nggak papa. Jadi banyak belajar.

    Lalu apa tehniknya untuk menjadi DJ atau Selector? Nggak ada sih, mungkin kamu cuma harus cinta musik, mungkin cinta yang berlebih. Dari situ kamu tahu bahwa setiap orang punya lagu favorit atau lagu yang bakal jadi favorit karena mendengarnya pertama kali lewat vinyl yang kamu putar di turntable, nah apalagi kalo bukan kamu cinta yang berlebih akan musik?

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here