Record player pertama

2
123

Vinyl duluan atau player duluan?

Player mah nanti aja, nggak usah kuatir

kata-kata David yang selalu gue cam kan sepertinya sudah tidak berlaku lagi, terutama dengan koleksi sebanyak ini. Gue harus membeli record player.

Selepas payday, di tahun 2007, gue memutuskan untuk membeli record player pertama gue. Dengan bekal uang 400.000 di amplop, gue mendapat record player merk Phillips, di sebuah kios di jalan Surabaya. Betapa senangnya gue, dan nggak pake ba-bi-bu, gue langsung pulang ke kos danmelakukan pengalaman ritual ini pertama kalinya:

Menyalakan record player dan amplifier

Melepas vinyl dari sleeve-nya

Menaruh vinyl di record player

Menekan tombol 33 1/3 untuk LP

Memegang tuas gagang jarum dan mengarahkannya ke groove vinyl

Melihat jarum bersentuhan dengan vinyl dan menghasilkan suara low mid dan high

Menikmati rajutan suara keluar jalin menjalin dari speaker

Rasanya seperti di surga, meski hanya berada di kamar 3×4

For the moment, hari Sabtu itu yang gue lakuin cuma makan di luar dan memberi rokok dan kopi. Sisanya, ya bisa ditebak, cuma gue dengan suara-suara dari kotak ajaib yang baru gue beli. Mendengarkan John dan Paul McCartney benyanyi bersahutan, Davy Jones dan teman-temannya dari The Monkees yang seakan menggelitik telinga, sayatan sedih Joni Mitchell dan Joan Baez, atau suara-suara hangat Lovin Spoonful dan Mamas And The Papas, petikan-petikan maha dahsyat dari Roger McGuinn dan David Crosby dari The Byrds. Telinga ini terasa dimanjakan terus menerus hingga tertidur, bangun, lalu tertidur lagi.

Hari minggunya, aktivitas yang sama terulang kembali. Dari pagi hingga malam. Malam hingga pagi.

Dan bisa ditebak. Kehidupan gue setelah semua kebutuhan dirasa lengkap a’ at least menurut ukuran gue: Player, kabel RCA yang dicolokkan ke aux untuk mendapatkan suara dari tape compo a’ gue mendadak menjadi orang yang berbahagia: Single, gaji cukup, ngekost. Apalagi yang dicari? Tanya saya kepada diri gue sendiri.

Jalan Surabaya pun menjadi surga. Makan siang, sore hari menjelang pulang kantor, akhir pekan, gue habisin untuk mengotori jari jemari gue dengan mengintip satu demi satu tumpukan vinyl yang ada di tiap kios dan berharap mendapatkan sesuatu yang bisa saya pulang. Well, tentu lo semua menebak, mengapa tidak ngabisin 1 juta dan memborong 100 vinyl biar nggak repot memilih dan memilah? Hmm… entah mengapa, hal itu tidak terlintas dalam pikiran gue. Mengapa? Karena saat itu, melihat satu demi satu vinyl menjadi kesukaan tersendiri buat gue. Kadang gue harus stop pada koleksi tertentu dan gue harus memisahkan untuk mendengarnya. Dan jika kebetulan sang pemilik kios tidak memiliki player untuk mencoba, gue selalu menyiapkan catatan kecil untuk menuliskan nama grup tadi untuk nantinya gue lihat di Allmusic.com atau situs-situs terkait. Dengan itu, pengetahuan gue semakin bertambah. Plus, gue juga jadi tahu mengapa katalog-katalog seperti James Last atau George Baker Selection nggak gue beli karena aransemennya nggak menarik ketimbang Ray Corniff [Coba simak lagu Wea’ve Only Just Begun dari Album Ray Corniff keluaran Columbia, tahun 1972]. Bagaimana gue bisa menemukan grup-grup macam Hoodoo Gurus atau Seals and Crofts bisa terdengar menarik. Bagaimana Crosby Stills & Nash lebih menarik ketimbang Conway Twitty, dan bagaimana saking hausnya gue ingin melahap every single peace of vinyl dari Donovan atau The Byrds. Parah!

Satu hari saja, gue bisa menemukan 20 nama-nama baru dan 10 album baru yang belum pernah gue dengar. Vinyl dan jalan Surabaya seakan membuka cakrawala gue, akan sesuatu yang sudah lama ada, namun terlupakan.

2 COMMENTS

  1. Hallo Bang Acum,
    minta wejangan dong buat milih spec record player second,budget minded sih 😀 apa ajayg perlu di perhatiin saat milih rekod player
    terus kira2 apa aja ya yg di siapin ampli, speaker,…. ?

    Thanks bang.

  2. tergantung budget aja sih, jangan over budget. Kalau mau praktis bisa pakai portable player jadi ga usah beli ampli dan speaker sendiri (boleh tambah speaker aktif) rasanya itu yang lebih efisien

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here