Mencari Album yang Bagus

0
86
Album Music from The Big Pink dari The Band / dok.sinistersaladmusikal.wordpress.com

Bagaimana mencari album yang bagus?

Wah, ini sih pertanyaan yang jawabannya jatuhnya akan sangat subyektif. Jika ini ditanya ke 5 orang pasti akan ada 5 jawaban yang berbeda, bisa jadi dari antara 5 itu akan ada 3 yang sama atau paling sedikit dua. Atau tidak sama sekali.

Intinya semua orang memiliki album yang bagus menurut selera mereka.

Tulisan ini berawal dari sebuah pertemuan saya dengan beberapa orang penggila-vinyl lainnya. Tugasnya simpel, cuma pengen sharing tentang album-album bagus yang kita semua punya (atau at least pernah punya).

Kami mengobrol santai, mencoba mengurutkan album-album apa dari berbagai genre yang bisa dikategorikan sebagai album yang bagus.

Tentu sulit, tapi setelah dicocok-cocokan, kok ya kami berlima ternyata punya selera yang sama. Paling tidak, kami sepakat bahwa album Pet Sound dari The Beach Boys itu keren. Bahwa The Guess Who lebih menarik ketimbang The Doors. Memang kami sedikit berbeda ketika membicarakan tentang album REM, namun kami sepakat bahwa semua album Velvet Undeground itu gak ada yang gak bagus.

Penulis dan album CCR – Cosmo’s Factory.

Namun ini tetap masih terlalu subyektif, karena saya harus bertemu dengan orang-orang lain yang mungkin selera musiknya berbeda jauh dengan saya. Misal, saya tidak terlalu mendengarkan vinyl metal dan hard rock, saya juga bukan tipikal om-om Jazz yang menggemari Duke Ellington dan Glen Miller. Juga bukan om-om progresif yang mendewakan Rick Wakeman (saya tahunya Rick Springfield).

Balik lagi, vinyl album yang bagus adalah selera. Bisa jadi vinyl yang mahal yang dicetaknya hanya sedikit. Mungkin vinyl-vinyl era 60an lah yang bagus ketimbang 80an. Memangnya era new wave gak ada yang bagus? Kan ada The Smiths, Madness, Special AKA. Atau vinyl album akhir 70-an hanya punk yang bagus. Wah ini jelas gak adil, ada Fleetwood Mac – Rumours, Eagles, rekaman-rekaman AOR macam Seals & Croft atau Hatrick-nya America, kenapa mereka gak layak dikategorikan sebagai album bagus?

Tak ada konsensus sih sebenarnya untuk sebuah album yang bagus. Meskipun dari kacamata kritikus, album yang bagus atau terbaik adalah album yang, katakanlah, membuka jalan bagi musisi selanjutnya, Menurut saya ada beberapa album yang boleh dibilang menjadi cetak biru atau membuka jalan bagi band-band di era selanjutnya. Silakan tidak setuju dan tulis daftar lain menurut kalian.

The Beach Boys  – Pet Sounds

Banyak yang ingin menjadi anak-anak pantai ini begitu rekaman album-album awal mereka keluar. Namun semua menjadi sangat membosankan ketika banyak band-band followersnya yang menjadi musik permen karet, manis di awal namun hambar jika didengarkan berkali-kali. Namun tidak sampai anak-anak pantai barat ini mengeluarkan Pet Sounds. Wah, ini sick banget. Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa album rumit dengan cover jelek dan gak laku pada jamannya ini bisa menjadi cetak biru bagi sebuah gaya yang kemudian disebut sunshine pop, band-band seperti Keith, Sunshine Company, Love Generation sampai Fleet Foxes asal Seattle berhutang banyak kepada Pet Sounds

Velvet Underground – semua rekaman (terutama White Light dan Loaded)

Ungkapan Velvet Underground adalah band yang hanya ditonton atau didengar oleh segelintor orang, namun semua orang yang mendengarkan membuat band yang keren. Bisa diurutkan dari Television, Modern Lovers, New York Dolls, The Ramones sampai REM, Sonic Youth, sampai Nirvana, musisi mana yang tidak mendengarkan musik berisik dan gampangan ala anak-anak New York saat itu. Gaya ceroboh, urakan, gampangan dan berantakan sekaligus melodius di satu sisi, covernya pun sederhana jauh lebih murah ketimbang Sgt Peppers, namun kaus pisang sudah melekat di kaus anak-anak jaman now.

The Byrds – Mr Tambourine Man

Bagi yang sudah mengenal personil The Byrds pada awalnya, banyak yang tercengang apakah anak-anak folk yang malu-malu ini bisa jadi seterkenal Beatles. Ternyata mereka bisa dan malah tanpa sengaja, term Folk Rock yang mereka ciptakan (menyulap lagu-lagu folk Dylan menjadi ketukan rock n roll 4/4) mencengangkan banyak musisi di era 60an. Lantas kemudian formula ini dipakai oleh band-band pada eranya, seperti Beau Brummels, The Turtles, dsb juga warna 12 senar Roger McGuinn yang tetap cerah karena dicat ulang oleh banyak penerusnya, dari Big Star, REM termasuk mendiang Tom Petty.

King Crimson – In The Court of The Crimson King 

Dirilis di label Atlantic di tahun 1969, mungkin sebelum ini tak ada musik yang sebegitu kasar dan tehnikal sekaligus elegan. Rif-rif yang luar biasa, out of the box, avant garde. In the Court adalah contoh dari sebuah album yang benar-benar disimak ketimbang didengar. Sebuah album yang pada saat itu rawan membuka rahang penonton ketimbang bergoyang, sebuah album yang bahkan sampai hari ini saja tidak semua orang bisa membawakannya, sama seperti Zappa. Semua orang dari Mars Volta sampai Kanye West mungkin saja terpengaruh dengan mereka.

The Band – Music from The Big Pink 

Tahun 67/68 adalah tahun emas bagi musik psikedelia di Amerika dan Eropa sampai belahan dunia manapun, setiap album yang keluar di era itu pastilah album psikedelia yang bagus. The Beatles membuat Sgt Peppers, Beach Boys dengan Pet Sounds, The Zombies dengan Oddesey & Oracles, Pink Floyd dengan debutnya yang keren, The Who merilis Sell Out, dan lain sebagainya. Namun unit Kanada-Amerika The Band sepertinya tak terpengaruh dengan suasana luar yang menarik itu, mereka mengurung diri di ‘rumah pink’ di New York dan membuat musik bergaya Americana atau roots rock, mereka meramu dan menyampurkan country, rock, folk, R&B sampai soul. Sebuah pendekatan yang tak populer namun somehow menjadi penting ketika musisi-musisi seperti Gary Clark, Jr. atau Jack White memainkan musik yang seolah berasal dari masa itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here