Kebangkitan Industri Piringan Hitam

Kebangkitan Industri Piringan Hitam

974
0
SHARE
foto: dok. United Record Pressing

Sejauh ini vinyl memang menjadi medium penting dalam pengarsipan musik.

Namun menariknya secara ekonomis benda ini menjadi salah satu produk yang mengalami kebangkitan dalam hal penjualan. Pada 2013 lalu penjualan vinyl di situs Amazon meningkat lebih dari 700%. Tidak hanya itu lebih dari 9.2 juta vinyl yang terjual sejak 2014 berdasarkan Nielsen Soundscan, ini meningkat 52% sejak 2014 dan ini merupakan angka tertinggi sejak dua dekade terakhir.

Selama 2014 ada tujuh album dengan angka penjualan vinyl tertinggi. Mereka adalah Lana Del Rey -Born To Die (2012), Arctic Monkeys – Am (2013), Miles Davis – Kind of Blue (1959), Amy Winehouse – Back to Black (2006), Bob Marley & The Wailers- Legend (1984) dan dua album monumental The Beatles, Abbey Road (1969) serta Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967). Album-album tersebut saja terjual 269.900 units pada 2014 dari total 9,2 juta penjualan dunia.

Menurut riset yang dilakukan MusicWatch (via Billboard) diketahui bahwa kebangkitan industri musik analog vinyl ini berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. MusicWatch mengatakan bahwa 72 %  penjualan vinyl dibeli oleh kelompok usia di bawah 35 tahun. Mereka adalah kelompok mapan, memiliki penghasilan dengan gaya hidup terkini yang menyenangi vinyl.

Nielsen report melaporkan bahwa pada Januari sampai Maret 2014 penjualan vinyl telah meningkat 53% dari tahun lalu. Masih dari laporan Nielsen disebutkan bahwa penjualan Vinyl di Amerika Serikat telah mengalami peningkatan sebesar 260% sejak 2009. Menurut situs Digital Trends, hal ini karena adanya ceruk pasar kecil dari masyarakat yang masih menyukai rilisan fisik.

Ada beberapa hipotesis yang mungkin bisa menjelaskan mengapa vinyl kembali bangkit. Seperti bahwa kebosanan akan gaya hidup digital, perasaan nostalgia msa kecil, keinginan memiliki rilisan fisik, pengalam mendengar yang musik, apresiasi album sebagai bentuk seni, dan tentu saja persepsi bahwa vinyl adalah bentuk musik paling baik.

unitedrecordpressing2
suasana pabrik United Record Pressing, Nashville

Indonesia juga mengalami demam penjualan vinyl. Hal ini terbukti dengan tandasnya beberapa album vinyl yang dirilis hanya dalam hitungan menit. Album Homicide, Barisan Nisan yang dirilis beberapa waktu lalu habis dalam waktu 5 menit. Sementara album Starlit Carousel dari Frau diburu dan dikoleksi karena bentuk dan kemasan yang sangat indah. Sebelumnya band Seringai juga merilis album High Octane dan menjadi salah satu buruan penggemar vinyl.

Chris Leo Palermino, dari digital trends, melihat fenomena ini sebagai gerakan baru kebangkitan piringan hitam. Ia jug amengatakan bahwa generasi hari ini sangat aktif dan sangat agresif dalam mencari dan mengkoleksi vinyl. Imbasnya pabrik dan distributor vinyl kini tengah sibuk meningkatkan produksi mereka.

Salah satunya adalah Chad Kassem, pemilik Quality Record Pressings, mengatakan bahwa kurang lebih satu juta LP vinyl dicetak setiap tahun di Amerika saja. Kassem mengatakan bahwa tanpa memiliki mesin baru mustahil untuk mengimbangi pesanan vinyl yang ada. Untuk itu produksi harus ditingkatkan dengan membeli mesin mesin baru. Kebangkitan industri vinyl merupakan contoh nyata bahwa teknologi musik analog masih belum dilupakan.

Tidak hanya tentang vinyl, kebangkitan industri ini juga mengangkat fenomena audiophile, atau orang orang yang menggemari kualitas musik terbaik. Produk dari Clearaudio Statement Turntable misalnya bisa mencapai harga $150,000. Turntable atau pemutar piringan hitam ini dibuat oleh desainer jerman Peter Suchy memang menjadi salah satu turntable termahal di dunia dan memang dibuat sangat eksklusif untuk kalangan tertentu saja.

Kebangkitan industri vinyl lantas mendesak para produsen untuk meningkatkan jumlah produksi. The Salinas, salah satu perusahaan pencetakan vinyl, mengaku baru saja membeli 13 mesin baru pencetak vinyl dari Joell Hays. Digital Trends, menyebutkan bahwa tidak ada perusahaan baru pencetakan vinyl yang muncul sejak 1980an, ini didasarkan dari pernyataan President of Record Products of America Bob Roczynski. Lebih lanjut telah ada 9.2 juta vinyl yang terjual sejak 2014 berdasarkan riset Nielsen Soundscan, ini meningkat 52% sejak 2014 dan ini merupakan angka tertinggi sejak dua dekade terakhir.

Hasilnya memang sangat menggembirakan, karena selain Kassem ada pula United Record Pressing yang baru saja membeli 16 mesin pencetak vinyl baru senilai 5.5 juta dolar untuk mengimbangi kebutuhan vinyl dunia. Beberapa mesin pencetak vinyl itu dibuat sekitar tahun 1968 dan 1972. Meski demikian kualitas produksi mereka tidak perlu dikhawatirkan dan memang terjamin dengan standar yang telah dibuat.

Adam Gonsalves, seorang insinyur yang fokus pada kualitas musik, mengatakan bahwa vinyl menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang relatif lebih baik daripada bentuk musik lain. Gonsalves mengatakan bahwa vinyl menghadirkan sensasi berbeda dengan musik yang muncul dalam format musik digital atau radio.