Jajanrock #1: Tentang Jalan Surabaya

10
327

Di mana mau cari vinyl di Jakarta?

Terletak tak jauh dari stasiun Cikini. Bagi kalian yang akrab ber-Commuter, bisa turun di stasiun Cikini, hanya dengan jalan sedikit, sekitar satu blok, kalian sudah bisa menemukan lokasinya. Satu promenade, jalan lurus yang lumayan panjang satu arah, dengan sisi sebelah kiri dihiasi dengan puluhan kios-kios menarik.

Menyisir dari belakang ke depan, kita akan menemui deretan kios yang menjual barang antik, koper, sampai piringan hitam dan peralatan audio tua.

Gue sendiri nggak ngerti kapan berdirinya tempat ini. Tapi dari sumber-sumber yang pernah gue baca, pasar barang antik di jalan Surabaya ini diresmiin sama Gubernur Jakarta, Bang Ali Sadikin pada tahun 1974.

Tempat yang rimbun, suasana santai dan woles mengakibatkan Jalan Surabaya jadi tempat favorit gue buat #jajanrock a.k.a. hunting vinyl, atau cuma sekedar nongkrong aja, menghabisi sore dengan minum kopi.

Di tempat ini, gue menghabiskan waktu awal-awal jajanrock gue. Bagaimana gue melihat kali pertama vinyl yang bertumpuk, berjejer cantik, sungguh menarik perhatian. Ah, bikin dag dig dug! Sehari rasanya tak cukup untuk melihat keseluruhan koleksi vinyl yang ada di Jalan Surabaya ini.

Eksotisnya membius, apalagi ketika ada barang-barang baru yang datang [gue dan temen-temen nyebutnya bongkaran]. Biasanya ada saja orang yang menjual koleksi-koleksi vinylnya ke salah satu kios, dan jumlahnya kadang nggak main-main, dari satu sampai dua kardus vinyl.

Itu mengapa gue rela menghabiskan weekend gue seharian untuk nongkrong di tempat ini. Apalagi saat gajian tiba. Bencana!

Biasanya gue suka nongkrong di salah satu kios yang letaknya strategis, namanya kios Bang Lian (seperti yang lo liat di foto) Spotnya bagus, rindang dan santai buat nongkrong. Bang Lian sendiri punya beberapa koleksi bagus.

Di depannya, ada kios bang Dayat. Koleksinya ga kalah bagusnya. Plus, ada banyak juga bongkaran yang datang ke kios ini. Hal-hal ini yang membuat saya jangan lengah, selalu fokuis untuk melihat celahnya. Bukan apa-apa, kadang dari sini, saya sering dapat koleksi-koleksi bagus untuk rak saya, dari Jefferson Airplane, The Stones, Beatles, juga Indonesia.

Bicara tentang jalan Surabaya. Jalan ini lah yang mempertemukan saya dengan teman-teman pertama saya. Teman-teman satu vinyl, yang punya ketertarikan yang sama. Tahun 2006-2007, belum banyak anak muda yang gemar vinyl. Saya beruntung bisa datang ke tempat ini dan bertemu dengan sahabat-sahabat saya yang baik. Ada Fadli Aat, Merdi, David, juga Alvin, rekan kantor saya, ada David, tentu saja, yang jadi tempat bertanyak kami. Kami selalu ngumpul di tempat Lian, setelah lelah menyusuri satu demi satu kios. Sekadar bercerita, ngumpul, ngopi.

29 september 201327 februari 2012

Jalan ini yang jadi pertemuan kami berlima, para pemadat-pemadat vinyl mudaa’ [Saya, Alvin, Merdi, David, dan Aat] yang sering mencari spot-spot baru [atau lobang] baru yang selalu kita kunjungi bersama, dari seantero Jakarta sampai ke luar kota. Dari sepanjang mengoleksi vinyl, menemukan teman-teman seperti mereka ini adalah momen yang tak pernah saya lupakan.

Belakangan, banyak teman-teman baru yang datang, Ada Rio, wartawan Trax juga, ada Ricky [bassist White Shoes] yang kadang nongkrong, ada Shunsuke [orang jepang, kolektor, kini pemilik Caf Mondo dan took vynil Hi a’ Fidelity] ada Baba Masamichi [rekan Shun, pemadat vinyl dari Jepang] ada ada Wilma [satu-satunya perempuan saat itu], Beto, Samson a.k.a. Udah Sjam, sampai kini yang terbaru: Nuel dan Reno [yang termuda di antara kami, dan banyak lagi.

Saking cintanya gue sama Jalan Surabaya, sampai-sampai foto pre-wedding gue khusus sengaja gue buat di tempat ini. Thank you Final atas foto-fotonya yang ciamik.

prewedpredwedprewed1

Time flies. Sekarang gue udah lumayan jarang kesana, lantaran kesibukan pekerjaan baru di kantor baru yang jauh di daerah selatan. Plus juga karena adanya keriaan baru di tempat bernama Blok M Square, spot baru buat para pemadat vinyl di daerah Selatan.

Namun sesekali, gue masih sempat mampir untuk mengunjungi jalan ini, tidak berubah, masih sama dan makin seru bahkan! Sesekali gue juga bertemu dengan Alvin, Shun, juga beberapa temen yang dulu sempet berkumpul disini.

Jalan Surabaya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin mampir.

 

10 COMMENTS

  1. Jalan Surabaya memang melegenda, semua barang unik nan cantik semua ada di sana. Meski perlu kesabaran untuk memilah satu per satu..
    Itu foto prewednya dengan Mbak Santi yang terakhir keren mampus. 🙂

  2. Artikel yg menarik Mas. Sy terakhir mengunjungi jalsur sekitar thn 2004. Hari yg membahagiakan tentu Sabtu dan Minggu, yg bikin betah nongkrong disana. Paling sering di kiosnya Ebot. Kini sy lebih sering ke blok m square dan sempat ketemu Sama David di kiosnya Udin. Dan siapa tau ketemu jg dgn teman teman lainnya yg punya hobby sama. Tengkyu.

    • Wah, greetings pak hendrik…yap, ada perbedaaan antara di blok m square dengan jalsur. Meski di blok m square pilihannya kadang lebih oke, cuma jalsur bagi saya bukan sekadar vakansi untuk melampiaskan hobi, namun lebih ke tempat favorit untuk kumpul dgn temen2 di bawah pohon. Atmosfernya beda dengan blok m yang dingin karena AC 🙂

  3. Keren mas! Deket banget sama kantor gue nih di Proklamasi. Kalo lagi bosen ngabur ke sini, 5 menit doang sampe.
    Kalo ada waktu jangan lupa mampir yah, tentang koleksi vinyl juga 😀 >> truwela.blogspot.com

  4. Mas wahyu acum info kalo beli pemutar vynilnya dimana kira kira ya? makasi banyak mas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here