Dari Eternal Sunshine, The Korgis dan Hangatnya Matahari Sore Canggu

Dari Eternal Sunshine, The Korgis dan Hangatnya Matahari Sore Canggu

Simak cerita tentang #jajanrock nya #Gilavinyl di Pulau Dewata

419
0
SHARE

Udara sejuk menyambut kami di Bandara Ngurai Rai. Begitu sampai di gerbang kedatangan, kami disambut indahnya musik Rindik khas Bali. Musik yang hanya terdiri dari gamelan bambu dan suling Bali. Terdengar begitu harmonis. Ah, sudah terlalu saya tak mengunjungi pulau ini. Beruntung saat itu menjelang Idul Fitri, so jalanan dari Bandara ke Sanur, daerah tempat kami menginap, tak begitu macet. Lauin pada hari-hari biasa, semua jalanan hampir begitu padat.

Saya dan istri saya tengah dalam liburan ke Pulau Dewata. Mumpung di Bali, liburan ini juga saya manfaatkan untuk napak tilas cerita perburuan mencari vinyl di Bali seperti yang telah saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya.

Namun, alih-alih menapak tilas ke tempat-tempat yang saya telah tulis sebelumnya di blog ini, saya menemukan sebuah lubang baru di daerah antah berantah. Sebuah tempat yang sama sekali tidak saya kira dan menarik yang perlu saya ceritakan.

Terimakasih untuk Freddy, DJ yang juga bassist/vokalis Armada Racun yang berjasa mengajak saya ke tempat ini. Kata Freddy, Canggu dulunya adalah persawahan biasa yang kini tiba-tiba menjadi tempat yang eksotis. Banyak bule datang, cafe dan bar mulai dibangun, dan soon, atau bahkan sudah, Canggu bakal jadi kaya daerah ramai seperti Seminyak atau Kuta.

Namanya Rewind Records. Sebuah record store kecil yang berada di Jl. Pantai Batu Bolong No.77 Canggu. Kalau naik motor hati-hati, karena bisa saja anda bakal kelewatan. Soalnya nyaru banget sama toko atau cafe yang fancy di sekitaran Canggu. Saya sarankan, Jika sudah masuk Jl. Pantai Batu Bolong, jangan terlalu ngebut.

Sehari sebelum kunjungan saya ke Rewind, saya terlebih dahulu melihat Freddy nge-DJ di Old Man’s, sebuah bar lumayan besar terletak di ujung pantai karang. Tempatnya asik, musiknya juga. Disco stuff, beda dengan Kuta yang lebih ajeb-ajeb.

Hangatnya matahari Sore menyambut saya di Rewind Records. Sebuah toko kecil tepat di depan sebuah cafe. Mumpung matahari belum terbenam, saya sempatkan diri untuk mengabadikan momen saya di depan toko.

Masuk ke dalam, tokonya sih gak gede-gede amat. Proporsional lah, tapi ngeliat koleksinya. Wah, top notch!

Dari 12 inch, hampir semua aliran ada, dari rock, psychedelic, punk, hardcore, disco, house, funk, soul. Hmm, nice. Koleksi 7 inchnya juga gak main-main, ada banyak hardcore punk, juga reggae dan rocksteady, wah keren banget!

Sepintas saya sempet denger lagu “Sugarman” -nya Sixto Rodriguez dalam versi reggae. Entah siapa yang mengcover, tapi yang jelas enak banget.

“Yang ini gak dijual, karena saya suka, ” kata perempuan yang kemudian disapa Dee, partner dari sang empunya toko yang dikenal dengan nama Mario.

“Kalau mau coba silahkan, tak usah malu-malu, langsung aja ya,” kata Mario.

584b9565-79da-4431-9e7e-cd8776d3e11a

“Yang ini baru saja datang, ” kata Dee, sambil menunjukkan rekaman 7 inch reissue yang ketika saya coba musiknya soul lama yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

Bicara tentang Mario, ia adalah orang California yang tinggal di Bali. Entah apa yang membuat Lelaki berusia 30an ke atas ini mempertaruhkan hidupnya untuk tinggal di Bali dan membuat record shop yang tempatnya di Canggu, yang notabene bukan lah daerah yang ramai dikunjungi turis karena jaraknya yang jauh dari kuta, apalagi Denpasar.

“Well, selalu saja ada orang yang kesini dan belanja, dari bule dan anak-anak lokal, Bali dan Jakarta semua kesini, “katanya.

51a4d9de-7a8c-4300-ada0-c279842a4c53

Ia melanjutkan ceritanya ketika suatu kali ia membeli 1 crate records house music yang masih kotor dan belum dibersihkan, dimana isi dan covernya tertukar, namun tak lama kemudian, ada bule yang-entah-darimana-datang ke toko dan membeli semua rekaman 12 inch yang ada di crate itu. Pucuk dicinta, karena Mario mungkin tak punya waktu untuk membersihkan, kebeneran banget.

“Saya bilang, yang penting bawa aja semua vinyl itu dari sini, ” ungkapnya setelah ia menerima harga yang bagus untuk 1 crate berisi vinyl.

Kejadian itu mungkin menurut saya adalah satu dari antara kejadian ajaib yang mungkin saja ada di toko seperti Rewind yang berada di kawasan antah berantah nan eksotis seperti di Canggu.

Anyway, saya pun mengetes beberapa 7 inch dan 12 inch. Reggae, rocksteady, funk. Istri saya pun sibuk mengabadikan foto dekorasi toko yang bagus, sampai tak lama, dengan tak sengaja ia berkomentar terhadap lagu yang saya putar.

“Wah, ini kan lagu yang dibawain Beck, soundtracknya Eternal Sunshine of The Spotless Mind, ternyata bukan Beck ya yang nyanyiin, ” katanya.

Saya pun tertegun. Saya melihat lagu yang dimaksud “Everybody gotta learn sometimes” yang disitu tercetak dibawakan oleh The Korgis, sebuah band new wave 80-an asal Inggris.

“Everybody gotta learn sometimes …” sayup-sayup terdengar reff yang punya nada beracun itu.

Ah, melihat wajah istri saya yang sumringah mendengar lagu ini, tanpa ba-bi-bu, saya pun harus rela merogoh dompet saya untuk memindahtangankan vinyl itu bersama dengan pilihan saya, sebuah 12 inch berjudul Beat Crazy dari Joe Jackson Band, band power pop, punk dan ska yang dikomandoi oleh musisi Joe Jackson. Beruntung ketika itu sedang ada diskon, so saya mendapat dua vinyl dengan harga murah.

Malam itu saya, istri dan Freddy merayakan #jajanrock kami kali ini dengan menonton live music di Deus, sebuah bar tak jauh dari Rewind Records.

What a night!

Previous articleTips Jajanrock
Next articleUpdate Terbaru Dari Buku Gilavinyl

Wahyu Nugroho. Akrab disapa dengan nama Acum. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan menjadi kontributor beberapa media seperti MaximumRocknRoll, Matabaca, Outmagz dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Selagi kuliah, waktu luang ia habiskan bersama bangkutaman, band yang akhirnya ‘mengutuknya’ sampai membuat dua album. Mengoleksi vinyl sejak 2007 dan telah hunting vinyl ke beberapa daerah dan kini berusaha mencatatkan pengalamannya dalam website ini.