Daftar terus berlanjut

0
109

Dari dua, empat, delapan lama-lama jadi puluhan vinyl. Cilaka!

Nikmatnya bekerja jadi wartawan music, seperti yang ditulis John Cusack dalam daftar pekerjaan impiannya di film High Fidelity adalah meski gaji tidak seberapa, namun kita bisa dapat free records. Well, dalam edisi gue adalah dapat CD banyak. Mendapatkan CD banyak berarti gue banyak dapat akses ke berbagai jenis music. Lantas, kalau udah kaya gini, ngoleksi CD IMHO menjadi biasa-biasa saja.

Ini pengalaman gue ketika gue pertama kali bekerja sebagai senior editor di Trax magazine. Saat itu gue berada dalam kondisi yang berbahaya untuk menjadi seorang yang #GilaVinyl: nge-kost di Cikini, kantor di belakang Sarinah dan jl. Surabaya yang pastinya dekat dengan kost. So, pengalaman pulang kantor lalu nongkrong di jalan Surabaya adalah pemandangan sehari-hari yang tak bisa gue lupain. And it was crazy! Bahaya banget!

Hal ini lah yang lantas menambah daftar koleksi vinyl gue satu demi satu: Donovan, Bob Dylan, The Beatles, Jefferson Airplane, The Rolling Stones, Led Zeppelin, band-band yang dulu saya mimpi bisa gue dapatin rekaman fisiknya bisa gue dapetin dengan harga yang saat itu lumayan terjangkau. Dan daftarnya seperti tidak pernah habis. Niat membeli 1-2 vinyl, entah mengapa, entah karena saat itu gue belum memikirkan punya pasangan atau menikah atau gue juga nggak ngabisin waktu dengan narkoba atau lainnya, dan juga nggak pusing mikirin tentang investasi atau tabungan, unsur mutiplikasi sering terjadi tiap kali gue datang ke jalan Surabaya. Dari dua jadi empat, empat jadi enam vinyl dan seterusnya. Nah, lo!

Tak sadar, tahu-tahu vinyl saya sudah 80 keping. Dan ironisnya, gue bahkan tidak memiliki record player.

Apa kalian pernah mengalami kondisi seperti ini?

Cukup deh, sepertinya saatnya gue harus beli record player.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here