Catatan Dari Clearance Sale Hi Fidelity, Caf Mondo [24/11]

0
151

Clearance Sale! Event wajib buat para penggila vinyl!

Minggu [24/11] kemarin gue baru aja menghadiri acara keren yang berlokasi di Hi Fidelity shop di Caf Mondo. FYI, Hi Fidelity adalah sebuah record shop yang terletak di lantai atas Caf Mondo, sebuah caf yg terletak di Jl. Kemang Raya 73, Jakarta Selatan ini.

Sejak dibuka 13 Juli 2012, Toko dan caf ini langsung jadi oase bagi pemadat vinyl khususnya yang bercokol di daerah Jakarta selatan. Sebelumnya, mereka lebih dahulu mengenal Monka Magic, record shop nyentrik di dalam toko buku aksara. Hi-Fidelity dibangun dan dijalankan oleh Shun Shuke dan Fadli Aat, dua dari pemadat yang saya kenal di Jalan Surabaya. Keduanya adalah pengawai kantoran di Jakarta sebelum akhirnya membuat toko vinyl untuk memuaskan hasrat mereka di bidang itu. Perpaduan caf dan record shop adalah dua hal yang pas dan memang selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Gue sering menghabiskan waktu di toko ini, karena sembari memilih vinyl, gue bisa sekalian makan atau minum teh dan makan snack yang enak. Katalog-katalog di Hi Fidelity juga lumayan seru. Selain pengategorian genre yang lengkap, sehingga orang bisa memilih album-album yang sesuai dengan minat genrenya, pilihan katalognya juga beragam, antara reissue dan original pressing, juga antara vinyl baru dan used dengan harga yang cukup bersahabat.

Di hari itu, Hi Fidelity mengakhiri masa operasionalnya dengan merayakan acara Clearance Sale. Terhitung sejak hari itu, toko ini sudah tidak beroperasi lagi. Meski ada nuansa sedih, namun perayaannya yang meriah menutup semua kesedihan. Banyak orang yang sudah mengantri sejak siang untuk bisa mendapatkan vinyl dengan harga miring.

IMG-20131125-WA0003IMG-20131129-WA0000IMG-20131125-WA0006image1385283351385

Gue sendiri sampai jam 3 sore dengan membawa banyak koleksi single 7 inci yang gue pakai untuk nge-DJ. Yup, sore itu gue nge-DJ mengiringi keriaan orang-orang yang belanja saat itu. Pas gue nyampe, aktivitas belanja, borong memborong sudah penuh. Gila!

Tempat yang tak terlalu lebar dan udara kering sore itu membuat ruangan jadi panas dan peluh membasahi mereka yang asyik memilih album vinyl favoritnya. Sekilas gue liat wajah-wajah yang tersenyum puas dengan vinyl yang tertenteng di ketiak mereka juga memenuhi setiap totebag yang mereka bawa.

Belum pernah gue liat entusiasme sebesar ini. Gue bisa ngerasain energi yang mengalir sangat besar. Ada dua orang yang sedang mengobrol asik seputar vinyl favorit mereka di dekat jendela, ada yang asyik berdebat seru seputar first pressing. Ada yang bingung memilih-milih vinyl favorit mereka di rak, bingung mencari vinyl-vinyl yang jadi soundtrack mereka, kenangan mereka.

Gue cinta pemandangan sore itu.

IMG-20131125-WA0007IMG-20131125-WA0005

Dan sudah pasti, Shun adalah orang yang paling berbahagia sore itu, karena kotak kecilnya sudah penuh dengan pundi-pundi berisi pecahan 50 dan 100 ribuan. laris manis, kata gue, dijawab Shun dengan tersenyum. Gue pun menanggapi senyuman itu sembari menyiapkan set DJ saya. Hmm..sudah lama gue ga nge-DJ, terakhir melakukan aktivitas yang seru ini pas ada session di Demajorsradio, waktu mereka masih berkantor di Gandaria. Malamnya gue berpikir, karena gue lumayan sering ngumpulin single-single 7 inch, ya kenapa nggak dicoba. So, here i am, dengan tumpukan single yang gue sendiri bingung mau puter yang mana.

Well, akhirnya seleksi gue nyangkut ke pop/rock 60-70an: Georgie Fame, The Lovelites, America, Stelly Dan, dari yang medium lalu mengalir ke arah yang lebih distorsi: Lou Reed, The Outsiders, American Breed sampai nomor-nomor danceable kaya Question Mark and the Mysterian, Spencer David Group, The Rascals, dll.

Sore itu set berjalan mulus, beberapa orang merespon dengan bertanya soal penyanyi dan dapet dimana, sisanya adala atensi seperti keren banget lagunya, dsb. Uda Sjam a.k.a. Samson Pho, partner gue di Laidback Blues, online record shop yang dibuatnya, mengisi sesi selanjutnya dengan disko-disko nyaman. Selebihnya, DJ booth berganti kapten-nya dengan line up yang ditulis sederhana di kertas karton coklat.

Ada perasaan senang bercampur haru sore itu. Senang karena entusiasme dari orang-orang yang. Haru karena besok-besok gue nggak bisa mampir lagi kesini lagi. Namun lewat facebook-nya, Shun memberi nada postitif tentang Hi Fidelity,

Hi Fidelity tetap akan buka satu bulan sekali saja, namun konsepnya akan clearance sale atau kalau bisa saya mau ajak teman-teman untuk bikin Rekord Fair di MONDO.

Ini artinya keriaan masih akan berlanjut di bulan-bulan selanjutnya.

Mari tunggu tanggal mainnya.

*) thank you Uda Sjam atas jepretan fotonya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here